Kamis, 31 Januari 2013

Tentang Spion

Melangkah itu maju, dan maju itu kedepan.
Spion itu ada bukan untuk melihat kebelakang, tetapi dia di desain hanya untuk melirik seseklai kebelakang saat kita mau mendahului, ataupun nyebrang.
Kekhawatiran tentang masa lalu hanya akan membuat kita takut maju, selalu diam takut melakukan apapun.

bener ga?

kalau ga coba nanti naek motor trus lihat spion terus, apa yg akan terjadi bisa dipastikan kamu akan nabrak.
kalau nabrak di film kartun hanya akan jadi kluar bintang berkeliling dikepala, tapi kalau kehidupan nyata??

makanya kalau ga mau nabrak jangan lihat spion terus, lihat kedepan.

begitulah dengan hidup kalau tidak mau jatuh, lihat kedepan dan kenangan baik atau buruk dihari kemarin hanya sebagai pengingat.

Selasa, 22 Januari 2013

Poin-poin Kehidupan

Baru buka blog lagi setelmah hampir setahun,, woow.,,, memang kurang produktif. padahal ntiap hari banyak ngobrol dengan banyak orang, tetapi soal tulisan tak ada hasilnya. Apakah memang menulis sesusah itu? ya bagi saya yang paling susah adalah mengalahkan rasa malas pribadi saya. *pemalas kok bangga

Sore ini dalam sebuah penantian menunggu angkutan datang, tiba-tiba pengen mengunjungi blog (boong banget, padahal ini gara-gara chating dengan mbak bud). dari pada duduk nganggur mengapa tak berkicau disini, berkicau ditwitter sudah biasa, hahahaha.

akhir-akhir ini banyak belajar hal baru yang mendewasakan *pas kumat dewasanya tapi kalau ga pas kumat ya sudah ribetnya kumat. beberapa hal yang dipelajari kalau ditulis dalam poin-poin adalah:
  1. Sekeras apapun kita berusaha Kuasa-Nya lah yang paling berkuasa.
  2. Tak penting apa  yang terjadi pada kita yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya
  3. Segala sesuatu yang diciptakan tak pernah diciptakan dengan percuma, selalu bermanfaat
  4. fokus pada pikiran positif
  5. Sadar dan bersyukur pada segala nikmat yang diperoleh adalah yang terbaik
Bagaimana Lima kalimat yang Wooww, bukan?? Kalimat yang diperoleh dari berbagai sumber ini intinya yang akan selalu aku ingat *dan berusaha melakukannya. sepertinya di lain waktu pengen menjabarkan masiing-masing tulisan ini dengan sumber yang menginspirasi tulisan ini..
 

Selasa, 15 Januari 2013

Ah, masih belum tahu..

Ah, masih belum tahu..
Sebentar tadi ada seorang teman yang mengucapkan kalimat itu. tapi itulah yang mendasari aku menulis tulisan ini. Banyak hal yang belum kita ketahui dalam kehidupan ini. dan bukankah semua berawal dari rasa tidak tahu?
dulu saya belajar berangkat dari banyak ketidak tahuan yang sampai sekarang masih sering banyak hal yang saya belum tahu.
Belum tahu membuat kita mau belajar, tapi merasa sudah tahu membuat kita tak mau belajar. Membuka mata, hati dan telinga itulah yang harus sering saya lakukan saat ini. Banyak hal lucu yang ingin saya tulis, tapi apa daya saya belum mampu.. *kok ga nyambung dari judul awal*
tapi kata buku yang pernah saya baca, kalau ditengah jalan pikiranmu mendadak buntu yang harus kamu lakukan adalah tetap menulis. inilah yang sedang saya lakukan, pikirannya mendadak jadi belum tahu lagi mau kemana, tapi pantang berhenti sebelum saya merasa capek mengetik tuts keyboard *macam kevin viera saja, tuts...*
Jadi saat tersesat dalam sebuah tulisan kita harus terus melaju, klo berhenti maka idenya juga akan mandeg.
Sepertinya saat ini saya mulai siap kembali ke rel semula *mirip kereta api*. Banyak kekidak tahuan saya yang berujung dengan ke sok tahuan *maklum saya adalah orang yang hobinya trial and error*. Salah satunya yang masih membekas dalam sanubari saya adalah beberapa cerita bodoh masa kecil saya:

Kejadian Pertama
Kejadian ini terjadi pada masa gemilang ingatan saya, ketika itu saya bisa mulai mengingat apa yang saya lakukan. Kala itu pagi hari sekitar tahun 1994, itu saya bersiap pergi kerumah nenek saya naik kereta api *entah kenapa dulu kalau ke rumah nenek selalu naik kereta api, sepertinya tidak ada moda transportasi yang lainnya*. Beginilah ceritanya, sebelum berangkat biasanya kami sekeluarga membeli camilan dulu biar saat diatas kereta nanti kita ga jajan lagi *kata Ibu, sayang harganya naik 2X lipat mendingan untuk beli jajanan yang lainnya*, Nah ketidaktahuan atau lebih tepatnya ketidak mau tahuan saya mulai menggila disini. Saat itu saya melihat ada korek api ukuran super besar dimeja, saya tertarik lalu mulai saya pegang-pegang korek tersebut, saya lihat, raba dan terawang. Di sebelah saya bapak ngobrol dengan Ibu yang punya toko dan sepenglihatan saya bapak sedang menunjuk kearah korek itu. dan sepertinya antusias membicarakan itu. Sampai pada penghujung pembicaraan lalu bapak pamitan pada Ibu penjual. dan tanpa tanya langsung saya masukkan korek api tadi dalam plastik jajanan saya.
Sampai di Stasiun semua masih berjalan normal dan tak ada yang janggal, sampai pada waktu plastik tadi dibuka... *taraa* dalam plastik ada korek api besar, Bapak bertanya, lhoh kok ada korek? kan aku ga beli.
*duuuubbrraaakkk, aku kaget*. jadi saya selama tadi salah sangka ku kira beli ternyata tidak, dan karena saya terlalu sok tahu maka saya hampir saja menjadi pencuri... Alhasil Besoknya saya kembali ke toko tersebut untuk mengembalikan korek api tersebut dengan malu-malu. karena saya yang mengambil harus saya juga yang mengembalikan, begitulah kata bapak.. ^_^