Selasa, 15 Januari 2013

Ah, masih belum tahu..

Ah, masih belum tahu..
Sebentar tadi ada seorang teman yang mengucapkan kalimat itu. tapi itulah yang mendasari aku menulis tulisan ini. Banyak hal yang belum kita ketahui dalam kehidupan ini. dan bukankah semua berawal dari rasa tidak tahu?
dulu saya belajar berangkat dari banyak ketidak tahuan yang sampai sekarang masih sering banyak hal yang saya belum tahu.
Belum tahu membuat kita mau belajar, tapi merasa sudah tahu membuat kita tak mau belajar. Membuka mata, hati dan telinga itulah yang harus sering saya lakukan saat ini. Banyak hal lucu yang ingin saya tulis, tapi apa daya saya belum mampu.. *kok ga nyambung dari judul awal*
tapi kata buku yang pernah saya baca, kalau ditengah jalan pikiranmu mendadak buntu yang harus kamu lakukan adalah tetap menulis. inilah yang sedang saya lakukan, pikirannya mendadak jadi belum tahu lagi mau kemana, tapi pantang berhenti sebelum saya merasa capek mengetik tuts keyboard *macam kevin viera saja, tuts...*
Jadi saat tersesat dalam sebuah tulisan kita harus terus melaju, klo berhenti maka idenya juga akan mandeg.
Sepertinya saat ini saya mulai siap kembali ke rel semula *mirip kereta api*. Banyak kekidak tahuan saya yang berujung dengan ke sok tahuan *maklum saya adalah orang yang hobinya trial and error*. Salah satunya yang masih membekas dalam sanubari saya adalah beberapa cerita bodoh masa kecil saya:

Kejadian Pertama
Kejadian ini terjadi pada masa gemilang ingatan saya, ketika itu saya bisa mulai mengingat apa yang saya lakukan. Kala itu pagi hari sekitar tahun 1994, itu saya bersiap pergi kerumah nenek saya naik kereta api *entah kenapa dulu kalau ke rumah nenek selalu naik kereta api, sepertinya tidak ada moda transportasi yang lainnya*. Beginilah ceritanya, sebelum berangkat biasanya kami sekeluarga membeli camilan dulu biar saat diatas kereta nanti kita ga jajan lagi *kata Ibu, sayang harganya naik 2X lipat mendingan untuk beli jajanan yang lainnya*, Nah ketidaktahuan atau lebih tepatnya ketidak mau tahuan saya mulai menggila disini. Saat itu saya melihat ada korek api ukuran super besar dimeja, saya tertarik lalu mulai saya pegang-pegang korek tersebut, saya lihat, raba dan terawang. Di sebelah saya bapak ngobrol dengan Ibu yang punya toko dan sepenglihatan saya bapak sedang menunjuk kearah korek itu. dan sepertinya antusias membicarakan itu. Sampai pada penghujung pembicaraan lalu bapak pamitan pada Ibu penjual. dan tanpa tanya langsung saya masukkan korek api tadi dalam plastik jajanan saya.
Sampai di Stasiun semua masih berjalan normal dan tak ada yang janggal, sampai pada waktu plastik tadi dibuka... *taraa* dalam plastik ada korek api besar, Bapak bertanya, lhoh kok ada korek? kan aku ga beli.
*duuuubbrraaakkk, aku kaget*. jadi saya selama tadi salah sangka ku kira beli ternyata tidak, dan karena saya terlalu sok tahu maka saya hampir saja menjadi pencuri... Alhasil Besoknya saya kembali ke toko tersebut untuk mengembalikan korek api tersebut dengan malu-malu. karena saya yang mengambil harus saya juga yang mengembalikan, begitulah kata bapak.. ^_^