Selasa, 14 Januari 2014

Capacity Building part 1

Hari ini acaranya nginep di Lor In sampai sabtu, ikut kegiatan kantor acaranya adalah Diklat Pengembangan Kapasitas Staf LPPKS 2014, pembukaan yang ontime jam satu tet dah dimulai dan seperti biasa aku telat.. *hehehehe masuk pas sudah menyanyikan lagu Indonesia raya.

Dilanjutkan dengan pembukaan oleh kepala LPPKS, Prof. Siswandari, M.Stats. ada tiga poin yang penting disini. Diantara ada dalam ringkasan yang diterjemahkan sesuai dengan bahasa saya adalah seperti ini..
A. Capable:
     1. Tahu apa yg akan dikerjakan
     2. Mengerjkan dg baik mempunyai etos kerja tinggi dg. Memperbaiki sop kerja nya. Panduan kerja manual yang terus meningkatkan etos kerja
    3. Mengetahui target yang akan di capai, tanpa tahu apa yang menjadi target yang akan dikerjakn kerja sebaik apapun maka hanya akan nglambrang atau membelok kemana-mana atau kurang fokus pada tujuan.
B. Trust
Saling percaya antara semua elemen yang ada di kntor.. Karena tanpa saling percaya tidak akan berjalan dengan semestinya
C. Komitmen
Semua elemen harus mempunyai komitmen untuk bekerja dngan baik, saling mensuport satu sama lain dari pimpinan sampai pada tukang sapu.
Support dan kesungguhan kerja LPPKS sesuai dengan tupoksi masing-masing sampai pada masa akhir tugas di lembaga ini. Kerja sama dari semua lini akan meringankan kerja yang berat, tidak ada yang terasa berat..

Selama di LPPKS semua lini berjuang untuk mengawal sistem, kerja adalah ibadah bukan semata karena uang. Dan tetaplah bekerja berdasar idealisme, karena kerja tanpa idealisme tidak ada ukuran yang pasti dalam pencapain tujuannya. *kik..kik..kik.. (Semoga semua orang setuju dengan paragraf terakhir dan benar-benar melaksanakan)

Renungan Baca Blog

Malam ini membaca blog milik Jamil A Zaini, tentang 'meludah' yang sebenarnya sudah pernah dibaca setahun lalu. Isinya tentang 'meludah', bukan dalam arti sesungguhnya mengeluarkan ludah tetapi mengulas bagaimana kita bersikap di tempat kerja. Tak jarang problematika dalam pekerjaan membuat kita berkomntar dan juga tak jarang kita harus menentukan sikap. Tulisan komplitnya ada dibagian akhir dari tulisan ini. Setelah membacanya jadi sadar bahwa seenarnya segala sesuatu membutuhkan aksi yang konkret, tak sekedar berkata-kata apalAgi hanya ngomongin dibelakang, karena itu salah satu tanda ketidakmampuan.
Tulisan ini bukan sindiran kepada siapapun. Ini ditiulis hanya sebagai pengingat untuk diriku sendiri saat akan 'meludah' dimana seharusnya dikeluarkan biar gak salah tempat.

tulisan yang dibaca dari: http://jamilazzaini.com/meludah/

'Jangan pernah meludah di sumur yang airnya kamu minum'