Selasa, 26 Februari 2013

Munthok atau Mentok?

Perjalanan episode ini adalah ke Munthok, ibu kota kabupaten bangka barat yang terletak 130 km sebelah utara Bangka atau sekitar 3 jam perjalanan darat dari Kota Pangkalpinang. Muntok, oleh orang asli sering disebut dengan "Mentok. Menurut cerita salah seorang guru yang kunjungi dulunya Kab. Bangka Barat sebelum pemekaran provinsi adalah kecamatan yang menjadi bagian dari Kab. Bangka namun setelah Kepulauan Bangka Belitung menjadi provinsi, maka otomatis ada pemekaran kecamatan menjadi kabupaten. provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempunyai 7 Kabupaten, 5 kabupaten terletak di Bangka, dan 2 kecamatan terletak di belitung.
Saatnya kembali ke sejarah mengapa Munthok di baca Mentok, karena dari lokasinya Munthok, memang ada di bagian ujung  barat bangka, alias bener-bener mentok di ujung Bangka. Maka daerah ini disebut Mentok, namun karena perkembangan jaman, maka nama daerah ini dirubah menjadi Munthok. Hal ini dimaksudkan agar daerah ini tidak terbayangi dengan arti kata 'mentok'.
Untuk sampai ke Munthok kita tidak perlu was-was tentang kendaraan/angkutan yang bisa membawa kita ke sana, walaupun angkutan umum susah ditemui di Kota Pangkalpinang karena di bandara Depati Amir Hamzah banyak travel yang sudah menunggu untuk membawa kita sampai ke Munthok. Mobil Travel dengan kapasitas 10 orang ini sekali jalan ke Munthok ongkosnya Rp. 50.000 s.d. Rp. 75.0000, 00 (kenapa ada kata sampai dengan? karena kemarin pas berangkat cuma bayar Rp. 50.000 tetapi pada saat pulangnya bayar Rp 75.000. tapi bukan karena ketipu, karena jenis mobil travel berbeda).
Malam hari di Munthok hanya mentok sampai pukul 21.00 WIB, dan tidak banyak tempat nongkrong disini. Malam harinya sepi yang bener sepi, untuk tempat menginap disini banyak penginapan yang tersdeia, tapi untuk Hotel hanya ada satu Hotel yaitu hotel Pasadena yang terletak di komplek perkantoran Munthok. oia, untuk komplek perkantoran disini ditata rapi sekali, jadi dalam satu komplek perkantoran ini ada semua kantor dan ada perumahan eselon II yang berjajar. Pagi dan Siang hari di pusat kabupaten ini masih relatif sepi. 

atas: Bendera merah Putih di loteng atas Rumah pengasingan, (kanan) tangga menuju loteng
Sehari di Munthok ini saya mengunjungi Menumbing, Rumah dimana bung Karno diasingkang. Rumah pengasingan ini terletak diatas bukit dekat tanjng Kelaiyang, letaknya yang benar-benar dibukit ini membuat saya berpikir, bagaimana dulu proses pembangunan dan bagaimana proses pengasingan Bung karno (ini yang masih akan saya cari tahu). Menurut cerita dari salah seorang dirombongan kami Belanda salah perhitungan dalam mengasingkan Bung Karno, dan tokoh kemerdekaan penting lainnya disini. Menurut mereka para tokoh ini akan diacuhkan, tetapi malah sebaliknya Para Tokoh ini malah disambut dengan baik. Bahkan sebagai peringatan mengingat pengasingan para tokoh ini setiap tanggal 17 Agustus selalu ada napak tilas dari menumbing sampai tanjung kelaiyang. Sebelum memasuki kawasan menumbing kita akan melewati Batu Balai atau biasa disebut Batu Malinkundang ala Bangka Barat.
surat dari Bung karno utk Ibu fatmawati,, romatisss..... ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar