Selasa, 10 Desember 2013

Agar Bidadari Cemburu Padamu

Hasil copy paste dari buku nya Salim A fillah;

Aku bukan tak sabar, hanya tak ingin menanti,
Karena berani memutuskan adalah juga kesabaran
Karena terkadang penantian membuka pintu-pintu syaithan

Karena cinta tak pernah meminta untuk menanti,
mengambil kesempatan itulah keberanian
Atau mempersilakan yang ini pengorbanan
Karena mencintai tak berarti harus memiliki,

Mencintai berarti pengorbanan untuk kebahagiaan orang yang kita cintai,
Seperti Fathimah dan Ali,Saling mencintai dalam kerahasiaan yang paling rapat, kepasrahan paling kuat dan ikhtiar suci yang menemukan jalannya…
Dengan karunia Allah jika kita husnuzh-zhan padaNya…

#Salim A. Fillah: Agar Bidadari Cemburu Padamu 

Sabtu, 12 Oktober 2013

Hujan di Bulan Juni



“tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijakdari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu” 

― Sapardi Djoko Damono, 

Kamis, 19 September 2013

Dan anginpun bertanya..

Semilir angin menyapa, aku tersenyum,
Dia singgah sejenak sembari bertanya yakin kah kamu dengan semua ini?
Kemudian dia pergi..
Aku termenung..
Aku tak punya jawaban...
Yang aku tahu rasa nyaman tak bisa dibuat2...
Dan aku sedang berusaha membuatnya...

Rabu, 14 Agustus 2013

Masih bermimipi

Semerbak wangi tanah basah membangunkanku..
Ah... Aku baru saja melewatkan hujan itu
Berharap si hitam datang kembali membawanya
Sembari menunggunya biarlah si biru menemani sore ini bersama sisa wangi tanah basah..
Kemana si katak? Biasanya mereka sllu mengiba untuk hujan..
Ah... Ini kan kemarau..
Atau ak masih bermimpi?

Minggu, 04 Agustus 2013

Kau dan aku

Disini sore disana malam
Namun masihkah kita melihat bulan yg sama?
Bulan yg tak mampu tersenyum?
Ataukah sebaliknya?
Entahlah..
Masihkah dapat kau rasakan hembusan angin menyapu wajahmu?
Masihkah dapat kau nikmati titik air hujan membasahi kulitmu?
Dan... Masihkah kau ingat aku??

Minggu, 28 Juli 2013

Mencari Makna

Hati empat huruf dalam berbagai makna
Tempat segala hal disimpan (katanya)
Namun apa hakekat dr hati?
Entahlah..
Mencari makna hati dalam tiap hari
Menguntai segala peristiwa memaknai pertanda
Biarlah ku tunggu ada titik terang yang menjawab semua tanya ini...

Bagai berselimut awan panjang
Serasa hujan akan turun
Walau turun badai akan kucoba utk tetap menari
Karena ku yakin akan ada pelangi setelahnya...

Gelap..

Gelap..
Begitu yg terlihat dari balik jendela malam ini.
Cahaya temaram lampu taman sedikit melegakan.

Berharap terang itu datang malam ini,
Namun apa daya super cahaya itu sdng berada pd belahan bumi lain..
Berharap esok dtng lbh cepat, hingga mawar terlihat merah lagi..

Sabtu, 06 Juli 2013

TIM I

Baru sempat menulis cerita kurikulum 2013 disini saat ini. 9 hari yang lalu kami serombongan berangkat untuk menunaikan tugas negara ke Jakarta untuk memajukan pendidikan bangsa (lebay banget) tugas itu adalah menjadi panitia Pelatihan Instruktur Nasional Kurikulum 2013 Bagi Kepala Sekolah SD. Kurikulum yang direncanakan akan di launcing ajaran baru nanti, kami yang ikut ambil bagian dalam penyiapan trainernya. Ambil bagian yang sedikit dipakasa sebenarnya, tanpa berbekal banyak hal tentang pelatihan ini kami berangkat. Ibaratnya kami hanya berbekal peta buta (jadi mirip dora) ya memang kondisi kami saat itu tak beda jauh dr dora yang membawa peta buta. Hanya sedikit info, kami mengeja dan terbata2 menterjemahkan peta tersebut.
Kami menyusun seabrek rencana untuk diklat yang panjang ini, ke PRJ, Monas, Bahkan mau ke Ancol juga di hari terakhir. Rencana kami yang indah itu termyata blm ada yang kesampaian... Tapi tak apa yg penting sdh berencana..
Hari pertama kami datang, kami sudah mencium ada aroma kepanikan di beberapa bagian. Bahan ajar yang belum lengkap, soal2 yang belum ada.
Dan kita harus lari ke hotel lain untuk mendapatkan kelengkapan itu.
Hari selanjutnya masih sama peserta yang bamyak, hampir bertiket pesawat membuat kami smakin sibuk.
Tiap harinya sering lupa sarapan, makan siang kehabisan, dan makan malam terbengkalai. Naik turun dari lantai 3-1-dan basement yang g ada liftnya. Perjuangan yang sangat woww bersama teman2 yang sip jga.
Tim work yang cukup solid. ada rasa marah karena masing2 orang sudah terforsir tenagamya, ada yang sampai ga mandi, ada banyak tawa menghadapi semua ketidak jelasan.
Selalu teriring doa agar pelaksanaan persiapan implementasi kurikulum yang secepat kilat ini bisa benar benar memperbaiki pendidikan kita.
Semoga kita memang sedang berlari cepat bukan tergesa-gesa.

Sabtu, 08 Juni 2013

Makna Sebuah Titipan


Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku:
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan-Nya,bahwa rumahku hanya titipan-Nya,bahwa hartaku hanya titipan-Nya,bahwa putraku hanya titipan-Nya,
Tetapi, mengapa ku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan padaku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus aku lakukan untuk milik-Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahawa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok
dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika: aku rajin beribadah maka selayaknya derita menjauh dariku

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah........


"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja." 

WS. Rendra



Catatan kecil:
Bagian merah dari puisi  ini sangat mengena,, betapa tidak.. betapa sering aku berhitung layakknya matematika. Dan itu salah besar..

Ya Allah.... malu sekali rasanya diri ini, dengan sekecil ibadah ku ini Engkau sudah memberikan nikmat yang tak terkira...

Sabtu, 18 Mei 2013

Belum berjudul

Ndak tahu juga post ini mau di juduli apa. Pagi ini pulang rumah naek rela lagi. Ada yg lucu dari kejadian pagi ini. Lucu atau nggak ya, ndak tahu juga.
Jadi pagi ini ada separo penumpang yg berdiri (as you know rela selalu menumpuk penumpang tanpa tqhu aspek kenyamanan). Diantara yang berdiri itu ada ibu-ibu yang menggendong anaknya. Ku tawarkan tempat dudukku padanya. Lha kok malah yg mau duduk ibu2 yang tanpa ngendong anaknya. Jadi aku duduk lagi.. Hehehe.  aneh jga sih ada org yg lebih repot dr dia tp dia mau mengambil kesenpatan org lain. Dan lucunya kok aku duduk lagi.
Hadeh....
Lagi-lagi bahagia itu sederhana dapat tempat duduk di bis yang penuh sesak adalah kebahagiaan.

Minggu, 05 Mei 2013

Coretan tak bertujuan..

Sudah lama rasanya tak menulis disini..
Kemarin pengen banget nulis pengalaman dinas ke beberapa daerah di Indonesia belum sempat terwujud malah didahului dengan matinya memory card ku..
Mati karena konslet adalah sesuatu. Pengen juga upload bbrp fotonya.. Tapi apa daya memory cardnya hangus.
Tapi apa guna disesali...
Besok kalau habis dinas langsung tulis dan bagi... Siipppooo

Senin, 15 April 2013

Kartu Pos dari Jepang...

Hari ini dapet kartu pos dari nippon. Senangnya... Simpel hanya kartu pos tapi menyenangkan..

Sabtu, 23 Maret 2013

Aku malu

Sesaat tadi ada anak kecil yang berdiri dihadapanku, dan betapa egoisnya aku tidak memberikan tempat dudukku padanya. Tadinya aku berpikir "barang bawaanku sore ini banyak, kalau aku berdiri di bus akan sangat repot."
Tapi sesaat si anak turun ak menyesa, kenapa tak kuberikan tempat dudukku padanya toh ak sudah hampir seharian naik transportasi dengan nyaman. Memang penyesalan sllu datang di akhirnya.
Selama tadi aku hanya berpikir betapa panasnya bis ini. Dan lagi2 perbuatan bodoh keluar mengeluh sana dan sini. Ah.... Aku malu pada anak itu...
Anak kecil yang tetap diam tidak merengek pada ibunya krn keadaan ini.. Padahal aku lebih enak dari dia dan aku tdk menyadarinya..
Terimakasih adik kecil.. Kamu memberikan pelajaran padaku betapa bahagia itu memang sederhana di sore ini..

Kamis, 14 Maret 2013

Rekor

Hari ini sampai kantor pukul 7:10 adalah rekor pertama saya masuk paling pagi selama dikantor ini.
Akankah saya pertahankan? Sepertinya tidak.. Tapi paling tidak saya tidak akan jadi manusia telatan lagi.. Semanggaaattt

Selasa, 12 Maret 2013

Antara Solo-Toraja


Mengisi tulisan hari ini dengan catatan perjalanan ke tana toraja. Perjalanan yang seru, karena banyak waktu yang terdelay, walau delay tetap bisa sampai tujuan dengan tepat waktu.
Tiket untuk ke Tana Toraja sudah terbeli sejak tanggal 28 April, karena tanggal efektif masuk kerja diminggu itu tinggal tanggal 1 Maret, karena selebihnya dari tanggal itu tanggal 2-3 hari libur (sabtu-minggu) dan tgl 4 jadi hari libur nasional kantor  *untuk cerita hari libur nasional kantor akan diceritakan dikesempatan yang lain.
Jadi kami berangkat dengan tiket tanggal 5 Maret 2013 dari Jogja-Bali-Makassar. dari jogja terjadwal berangkat pukul 07.25. Karena harus jam 6. 25 standby dibandara moda transportasi yang paling memungkinkan adalah berangkat dengan Prameks (Prambanan Ekspres) kereta api dengan rute Solo-Jogja, tapi pagi itu kami naik kereta api dengan rute Solo-Kutoarjo (tidak masalah dengan rute ini karena kami tetap akan turun di Maguwo/stasiun bandara  banyak orang yg menyebut begitu). 

Sabtu, 09 Maret 2013

Gerbong wanita

Gerbong Wanita difoto *yang ngambil duduk bersila dibawah
Sabtu 9 Maret 2013
Dua hari menjelang 11 Maret (memang ada apa di 11 maret?) mengisi perjalanan dengan pulang solo naek kereta. Dua minggu ini mendadak sering main ke Jogja, sejak mbak Budola pulang akhir minggu jadi sering main ke Jogja. Jogja, selau suka dengan kota ini banyak teman, tempat wisata, kuliner, belanja murah, bandara. Kemarin giliran mencicipi makanan di Phuket yang milih menu si BosNic menunya Tomyam seafood, ayam thailand (atau kare ya aku lupa) dan daging sapi thailand (dibakar gitu, bumbunya enak dan sambelnya ajiiibbb.. Manis, kecut, pedess).

Kamis, 07 Maret 2013

Namanya Selat...

Siang ini makan siang diluar kantor, lagi2.. Hahaha.. Kalau dihitung seminggu ini makan siang di kota berbeda, senin wonogiri, selasa bali, rabu toraja, kamis jalarta, jumat solo, insyaalloh besok jogja, minggu purwodadi.. Amiiiinnn....
Alhamdulillah...
Dan siang ini makan makanan khas solo Nama makanan ini selat.. Kenapa ini disebut selat?? Kata seorang teman ini disebut selat karena ada seladanya.. Jadi kalau pas gak ada seladanya ini jadi daging kuah.. Rasanya manis segerr...
Harganya cukup terjangkau hanya 12.000.
Selat bagus untuk diet juga, porsi dan kombinasninya pas...

Rabu, 27 Februari 2013

Sepatu

copas dari: http://katabijak.wordpress.com/2012/10/12/sepasang-sepatu/

1. Bentuknya tidak persis sama, namun serasi
2. Saat berjalan tak pernah kompak,tapi tujuannya sama
3. Tak pernah ganti posisi,namun saling melengkapi
4. Sederajat, tidak ada yang lebih tinggi, atau lebih rendah
5. Bila yang satu hilang,yang lain tidak memiliki arti.

SEPATU = SEjalan samPAi TUa

Selasa, 26 Februari 2013

Dari playlist di tulis

Saat aku kembali menulis ini, ada setitik eh salah sebongkah eh salah lagi sekarung *jadi mulai lebay* rindu pada sahabat-sahabatku. mereka sekarang nun jauh disana, tapi tetap dihati. nulis sambil mendengarkan lagunya Vicky sianipar. Akhir-akhir ini lagu ini selalu ada di playlist, lagu yang bagus *minimal menurutku dan teman-temanku.

Munthok atau Mentok?

Perjalanan episode ini adalah ke Munthok, ibu kota kabupaten bangka barat yang terletak 130 km sebelah utara Bangka atau sekitar 3 jam perjalanan darat dari Kota Pangkalpinang. Muntok, oleh orang asli sering disebut dengan "Mentok. Menurut cerita salah seorang guru yang kunjungi dulunya Kab. Bangka Barat sebelum pemekaran provinsi adalah kecamatan yang menjadi bagian dari Kab. Bangka namun setelah Kepulauan Bangka Belitung menjadi provinsi, maka otomatis ada pemekaran kecamatan menjadi kabupaten. provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempunyai 7 Kabupaten, 5 kabupaten terletak di Bangka, dan 2 kecamatan terletak di belitung.
Saatnya kembali ke sejarah mengapa Munthok di baca Mentok, karena dari lokasinya Munthok, memang ada di bagian ujung  barat bangka, alias bener-bener mentok di ujung Bangka. Maka daerah ini disebut Mentok, namun karena perkembangan jaman, maka nama daerah ini dirubah menjadi Munthok. Hal ini dimaksudkan agar daerah ini tidak terbayangi dengan arti kata 'mentok'.
Untuk sampai ke Munthok kita tidak perlu was-was tentang kendaraan/angkutan yang bisa membawa kita ke sana, walaupun angkutan umum susah ditemui di Kota Pangkalpinang karena di bandara Depati Amir Hamzah banyak travel yang sudah menunggu untuk membawa kita sampai ke Munthok. Mobil Travel dengan kapasitas 10 orang ini sekali jalan ke Munthok ongkosnya Rp. 50.000 s.d. Rp. 75.0000, 00 (kenapa ada kata sampai dengan? karena kemarin pas berangkat cuma bayar Rp. 50.000 tetapi pada saat pulangnya bayar Rp 75.000. tapi bukan karena ketipu, karena jenis mobil travel berbeda).

Kamis, 31 Januari 2013

Tentang Spion

Melangkah itu maju, dan maju itu kedepan.
Spion itu ada bukan untuk melihat kebelakang, tetapi dia di desain hanya untuk melirik seseklai kebelakang saat kita mau mendahului, ataupun nyebrang.
Kekhawatiran tentang masa lalu hanya akan membuat kita takut maju, selalu diam takut melakukan apapun.

bener ga?

kalau ga coba nanti naek motor trus lihat spion terus, apa yg akan terjadi bisa dipastikan kamu akan nabrak.
kalau nabrak di film kartun hanya akan jadi kluar bintang berkeliling dikepala, tapi kalau kehidupan nyata??

makanya kalau ga mau nabrak jangan lihat spion terus, lihat kedepan.

begitulah dengan hidup kalau tidak mau jatuh, lihat kedepan dan kenangan baik atau buruk dihari kemarin hanya sebagai pengingat.

Selasa, 22 Januari 2013

Poin-poin Kehidupan

Baru buka blog lagi setelmah hampir setahun,, woow.,,, memang kurang produktif. padahal ntiap hari banyak ngobrol dengan banyak orang, tetapi soal tulisan tak ada hasilnya. Apakah memang menulis sesusah itu? ya bagi saya yang paling susah adalah mengalahkan rasa malas pribadi saya. *pemalas kok bangga

Sore ini dalam sebuah penantian menunggu angkutan datang, tiba-tiba pengen mengunjungi blog (boong banget, padahal ini gara-gara chating dengan mbak bud). dari pada duduk nganggur mengapa tak berkicau disini, berkicau ditwitter sudah biasa, hahahaha.

akhir-akhir ini banyak belajar hal baru yang mendewasakan *pas kumat dewasanya tapi kalau ga pas kumat ya sudah ribetnya kumat. beberapa hal yang dipelajari kalau ditulis dalam poin-poin adalah:
  1. Sekeras apapun kita berusaha Kuasa-Nya lah yang paling berkuasa.
  2. Tak penting apa  yang terjadi pada kita yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya
  3. Segala sesuatu yang diciptakan tak pernah diciptakan dengan percuma, selalu bermanfaat
  4. fokus pada pikiran positif
  5. Sadar dan bersyukur pada segala nikmat yang diperoleh adalah yang terbaik
Bagaimana Lima kalimat yang Wooww, bukan?? Kalimat yang diperoleh dari berbagai sumber ini intinya yang akan selalu aku ingat *dan berusaha melakukannya. sepertinya di lain waktu pengen menjabarkan masiing-masing tulisan ini dengan sumber yang menginspirasi tulisan ini..
 

Selasa, 15 Januari 2013

Ah, masih belum tahu..

Ah, masih belum tahu..
Sebentar tadi ada seorang teman yang mengucapkan kalimat itu. tapi itulah yang mendasari aku menulis tulisan ini. Banyak hal yang belum kita ketahui dalam kehidupan ini. dan bukankah semua berawal dari rasa tidak tahu?
dulu saya belajar berangkat dari banyak ketidak tahuan yang sampai sekarang masih sering banyak hal yang saya belum tahu.
Belum tahu membuat kita mau belajar, tapi merasa sudah tahu membuat kita tak mau belajar. Membuka mata, hati dan telinga itulah yang harus sering saya lakukan saat ini. Banyak hal lucu yang ingin saya tulis, tapi apa daya saya belum mampu.. *kok ga nyambung dari judul awal*
tapi kata buku yang pernah saya baca, kalau ditengah jalan pikiranmu mendadak buntu yang harus kamu lakukan adalah tetap menulis. inilah yang sedang saya lakukan, pikirannya mendadak jadi belum tahu lagi mau kemana, tapi pantang berhenti sebelum saya merasa capek mengetik tuts keyboard *macam kevin viera saja, tuts...*
Jadi saat tersesat dalam sebuah tulisan kita harus terus melaju, klo berhenti maka idenya juga akan mandeg.
Sepertinya saat ini saya mulai siap kembali ke rel semula *mirip kereta api*. Banyak kekidak tahuan saya yang berujung dengan ke sok tahuan *maklum saya adalah orang yang hobinya trial and error*. Salah satunya yang masih membekas dalam sanubari saya adalah beberapa cerita bodoh masa kecil saya:

Kejadian Pertama
Kejadian ini terjadi pada masa gemilang ingatan saya, ketika itu saya bisa mulai mengingat apa yang saya lakukan. Kala itu pagi hari sekitar tahun 1994, itu saya bersiap pergi kerumah nenek saya naik kereta api *entah kenapa dulu kalau ke rumah nenek selalu naik kereta api, sepertinya tidak ada moda transportasi yang lainnya*. Beginilah ceritanya, sebelum berangkat biasanya kami sekeluarga membeli camilan dulu biar saat diatas kereta nanti kita ga jajan lagi *kata Ibu, sayang harganya naik 2X lipat mendingan untuk beli jajanan yang lainnya*, Nah ketidaktahuan atau lebih tepatnya ketidak mau tahuan saya mulai menggila disini. Saat itu saya melihat ada korek api ukuran super besar dimeja, saya tertarik lalu mulai saya pegang-pegang korek tersebut, saya lihat, raba dan terawang. Di sebelah saya bapak ngobrol dengan Ibu yang punya toko dan sepenglihatan saya bapak sedang menunjuk kearah korek itu. dan sepertinya antusias membicarakan itu. Sampai pada penghujung pembicaraan lalu bapak pamitan pada Ibu penjual. dan tanpa tanya langsung saya masukkan korek api tadi dalam plastik jajanan saya.
Sampai di Stasiun semua masih berjalan normal dan tak ada yang janggal, sampai pada waktu plastik tadi dibuka... *taraa* dalam plastik ada korek api besar, Bapak bertanya, lhoh kok ada korek? kan aku ga beli.
*duuuubbrraaakkk, aku kaget*. jadi saya selama tadi salah sangka ku kira beli ternyata tidak, dan karena saya terlalu sok tahu maka saya hampir saja menjadi pencuri... Alhasil Besoknya saya kembali ke toko tersebut untuk mengembalikan korek api tersebut dengan malu-malu. karena saya yang mengambil harus saya juga yang mengembalikan, begitulah kata bapak.. ^_^