Selasa, 12 Maret 2013

Antara Solo-Toraja


Mengisi tulisan hari ini dengan catatan perjalanan ke tana toraja. Perjalanan yang seru, karena banyak waktu yang terdelay, walau delay tetap bisa sampai tujuan dengan tepat waktu.
Tiket untuk ke Tana Toraja sudah terbeli sejak tanggal 28 April, karena tanggal efektif masuk kerja diminggu itu tinggal tanggal 1 Maret, karena selebihnya dari tanggal itu tanggal 2-3 hari libur (sabtu-minggu) dan tgl 4 jadi hari libur nasional kantor  *untuk cerita hari libur nasional kantor akan diceritakan dikesempatan yang lain.
Jadi kami berangkat dengan tiket tanggal 5 Maret 2013 dari Jogja-Bali-Makassar. dari jogja terjadwal berangkat pukul 07.25. Karena harus jam 6. 25 standby dibandara moda transportasi yang paling memungkinkan adalah berangkat dengan Prameks (Prambanan Ekspres) kereta api dengan rute Solo-Jogja, tapi pagi itu kami naik kereta api dengan rute Solo-Kutoarjo (tidak masalah dengan rute ini karena kami tetap akan turun di Maguwo/stasiun bandara  banyak orang yg menyebut begitu). 

Pagi itu keluar dari Kos pukul 5:15, tapi karena masih pagi bisa sampai stasiun purwosari hnya dalam waktu lima menit. Tak perlu ngantri tiket juga karena masih pagi harga tiket prameks ini murah Rp. 10.000, 00 tapi tanpa tempat duduk. prameks datang pukul 5;30 hari itu kami berombongan bertiga saya mas manik dan mbak wati. kami bertiga terpisah gerbong pagi itu kerena, aku dan mbak wati naik gerbong wanita, dan mas manik otomatis dialarang naek gerbong ini, kecuali ganti nama jadi menik dan berjilbab *piss mas man.... ^_^
Naik gerbong wanita yang isinya wanita semua adalah nyaman, karena tidak was was ada pengganggu,  tidak ada asap rokok berasa udara bersih dan bisa tidak sungkan untuk tidur (padahal naik bis umum juga bisa tidur). isi digerbong wanita ini kebanyakan AnKer (Anak Kereta) mereka sepertinya dari daerah berbeda di Solo dan bekerja di Instansi beragam di Jogja  namun mereka sepertinya membuat perkumpulan AnKer, secara mereka tiap hari ketemu.
Mari tinggalkan AnKer, karena sudah saatnya turun dari kereta untuk nyebrang kebandara.Stasiun Maguwo ini ada didalam bandara, jadi sangat dianjurkan untuk naik kereta api setelah atau sebelum naik pesawat jika rumah anda disolo (asal jadwalnya pas ya) itung-itung berhemat daripada naik taksi mahal, dan relatif lebih lama. Saat masuk kebandara mulai gerimis mengundang, kami masih tidak berburuk sangka akan aroma delay.
Setelah dipintu keberangkatan hujan semakin deras, kami masih biasa saja *lha mosok yo arep udan-udan. Setelah masuk ruang tunggu ini yang agak terasa luar biasa *wooowww.... sangaatt padat.  Baru deh berasa ada yang aneh, ternyata memang  bener akibat hujan yang deras, pesawat yang mau mendarat ke jogja ada yang mengalihkan pendaratannya. Walhasil kami terkena delay sekitar 2,5 jam dan sudah pasti akan ditinggal pesawat kami yang dari bali pukul 11:10 WITA. karena kemudian kami diberangkatkan pukul 10 WIB. Ya sudahlah lebih baik delay daripada ada apa-apa diatas, gumam kita semua *semoga masih ditunggu di bali harapan kami.
Kami sampai dibali pukul 12:30 WITA dan masih sangat berharap ditunggu oleh pesawat, dengan tergesa kami menuju ke Lion Transit dan jawaban sudah kami duga tapi tidak kami harapkan yang kami dapatkan, pesawat ke Makassar sudah berangkat tepat waktu, dan kami akan diberangkatkan pukul 18:40. Nah lhoo, Mas Manik yang sedikit binggung karena dari makassar dia harus ke mamuju, walhasil impiannya untuk semalam di Makassar terkabul, karena dia baru berangkat siang ini ke Mamuju.
Akibat pen delayan ini kami dapat ganti makan siang di Lounge, tapi baru 2 jam di Lounge kami memutuskan untuk keluar. Dan sasaran empuk untuk mencari tempat keluar adalah Mbak Wati, untuk menghubungi temamnya di Bali. Akhirnya hikmah trasit lama dibali adalah muter-muter Kuta, walau tidak kepantai *takut ketinggalan pesawat
Pukul 17:40 kmi sudah standby dibandara lagi, untuk menunggu pesawat yang tulisannya di boardingpass adalah boarding pukul 18:00. sampai pukul 18:20 belum ada tanda-tanda boarding, malahan di tulisan keterangan tertulis "LATE ARR"  waduh... gantian aku yang panik. Kenapa aku panik, karena Bis dari Makassar ke Tana Toraja terjadwal pukul 21:00 WITA. kalau terlewat ini berarti saya harus bagaimana, tapi ada rasa sedikit lega karena 2 Paner saya sudah tiba lebih dulu di Makassar, yang jadi masalah adalah segala perbekalan saya yang membawa.
Akhirnya bersama Mas Manik dan Mbak Wati saya menyusun rencana dari A, B, dan C.
Rencana A: kalau ketinggalan Bis, cari pesawat pagi ke Tana Toraja biar bisa mengejar acara yang berlangsung (tapi ini rencana gagal karena pesawat hanya ada 2 kali seminggu dan itu harinya Selasa dan Jumat)
Rencana B: Karena rencana A gagal rencana B disusun, yaitu carter mobil dari Makassar ke Tana Toraja, saat menyusun rencana B ini jam menunjukkan pukul 19:20 dan akhirnya telpon Bu Rosida yang memesankan tiket Bus Manggala Trans, agar saya ditinggal saja, terjadi percakapan yang alot, sampai akhirnya beliau mengijinkan.
Rencana C: karena terancam hampir gagal, rencana B dikarenakan  cost yang terlalu tinggi dan larangan dari beberapa teman untuk menempuh perjalanan malam sendirian, aknhirnya tercipta langkah untuk mengemail semua berkas instrumen dan pengumpulannya dalam softfile.
Dalam tiga rencana ini tetap berdoa berdoa semoga pesawat tepat datang. lima menit tepat setelah menyusun segala rencana ini panggilan untuk boarding. Rasanya bener-bener seperti disiram air es dalam keadaan kepanasan.
Perjalanan ke Makassar butuh waktu sekitar 1 jam 10 Menit, tapi berputar-putar diatas sebelum mendarat sekitar 20 menit, jadi total 1 jam 30 menit. saat sudah mendarat langsung, ambil tas dan aku siap-siap lari turun (baru kali ini pesawat landing aku langsung turun). Sampai di bawah ketemu dengan bu Rosida, dan kita mengejar Bus, sampai pangkalan bus Manggala Trans yang di jl. poros Maros bis sudah menunggu dan kami masuk. Bis akhirnya berangkat pukul 22.30 WITA. Sepanjang perjalanan ngobrol dengan Bu Rosida. Sampai di Makale (ibu kota Kabupaten Tana Toraja) pukul 5:30 WITA.
Acara masih nanti jam 08:00, maka kami ke hotel untuk merapikan diri *karena untuk tidur juga tidak mungkin, karena akan semakin puusing. Pagi itu malas mau sarapan, hanya minum teh hangat lalu berangkat ke lokasi pekerjaan saat itu di gedung Muhammadiyah Makale. kegiatan berlangsung sampai pukul 16:30 WITA, dan sebelum kembali lagai naik bus Manggala malam itu kami sempat diajak Singgah ke Kete'Kesu *cerita kete' kesu akan ada di bagian lain. hehehehe..
Menumpang Bus Manggala Trans lagi pukul 21:30 untuk kembali mengejar penerbangan pagi dari Makassar ke kampung halaman kita, tapi hari berikutnya pejalanan lebih lancar tanpa delay. Akhirnya tgl 7 Maret sampai di Solo pukul 12:30 degan membawa oleh-oleh segudang cerita, dan sekardus oleh-oleh betulan (kerajinan khas Toraja).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar