Mengisi tulisan hari ini
dengan catatan perjalanan ke tana toraja. Perjalanan yang seru, karena banyak
waktu yang terdelay, walau delay tetap bisa sampai tujuan dengan tepat waktu.
Tiket untuk ke Tana Toraja
sudah terbeli sejak tanggal 28 April, karena tanggal efektif masuk kerja
diminggu itu tinggal tanggal 1 Maret, karena selebihnya dari tanggal itu
tanggal 2-3 hari libur (sabtu-minggu) dan tgl 4 jadi hari libur nasional
kantor *untuk cerita hari libur nasional
kantor akan diceritakan dikesempatan yang lain.
Jadi kami berangkat dengan
tiket tanggal 5 Maret 2013 dari Jogja-Bali-Makassar. dari jogja terjadwal berangkat pukul
07.25. Karena harus jam 6. 25 standby dibandara moda transportasi yang paling
memungkinkan adalah berangkat dengan Prameks (Prambanan Ekspres) kereta api
dengan rute Solo-Jogja, tapi pagi itu kami naik kereta api dengan rute
Solo-Kutoarjo (tidak masalah dengan rute ini karena kami tetap akan turun di
Maguwo/stasiun bandara banyak orang yg
menyebut begitu).
Pagi itu keluar dari Kos pukul 5:15, tapi karena masih
pagi bisa sampai stasiun purwosari hnya dalam waktu lima menit. Tak perlu
ngantri tiket juga karena masih pagi harga tiket prameks ini murah Rp. 10.000,
00 tapi tanpa tempat duduk. prameks datang pukul 5;30 hari itu kami berombongan
bertiga saya mas manik dan mbak wati. kami bertiga terpisah gerbong pagi itu
kerena, aku dan mbak wati naik gerbong wanita, dan mas manik otomatis dialarang
naek gerbong ini, kecuali ganti nama jadi menik dan berjilbab *piss mas man....
^_^
Naik gerbong wanita yang
isinya wanita semua adalah nyaman, karena tidak was was ada pengganggu, tidak ada asap rokok berasa udara bersih dan
bisa tidak sungkan untuk tidur (padahal naik bis umum juga bisa tidur). isi
digerbong wanita ini kebanyakan AnKer (Anak Kereta) mereka sepertinya dari
daerah berbeda di Solo dan bekerja di Instansi beragam di Jogja namun mereka sepertinya membuat perkumpulan
AnKer, secara mereka tiap hari ketemu.
Mari tinggalkan AnKer, karena
sudah saatnya turun dari kereta untuk nyebrang kebandara.Stasiun Maguwo ini ada
didalam bandara, jadi sangat dianjurkan untuk naik kereta api setelah atau
sebelum naik pesawat jika rumah anda disolo (asal jadwalnya pas ya) itung-itung
berhemat daripada naik taksi mahal, dan relatif lebih lama. Saat masuk kebandara
mulai gerimis mengundang, kami masih tidak berburuk sangka akan aroma delay.
Setelah dipintu keberangkatan
hujan semakin deras, kami masih biasa saja *lha mosok yo arep udan-udan.
Setelah masuk ruang tunggu ini yang agak terasa luar biasa *wooowww....
sangaatt padat. Baru deh berasa ada yang
aneh, ternyata memang bener akibat hujan
yang deras, pesawat yang mau mendarat ke jogja ada yang mengalihkan
pendaratannya. Walhasil kami terkena delay sekitar 2,5 jam dan sudah pasti akan
ditinggal pesawat kami yang dari bali pukul 11:10 WITA. karena kemudian kami
diberangkatkan pukul 10 WIB. Ya sudahlah lebih baik delay daripada ada apa-apa
diatas, gumam kita semua *semoga masih ditunggu di bali harapan kami.
Kami sampai dibali pukul
12:30 WITA dan masih sangat berharap ditunggu oleh pesawat, dengan tergesa kami
menuju ke Lion Transit dan jawaban sudah kami duga tapi tidak kami harapkan
yang kami dapatkan, pesawat ke Makassar sudah berangkat tepat waktu, dan kami
akan diberangkatkan pukul 18:40. Nah lhoo, Mas Manik yang sedikit binggung
karena dari makassar dia harus ke mamuju, walhasil impiannya untuk semalam di
Makassar terkabul, karena dia baru berangkat siang ini ke Mamuju.
Akibat pen delayan ini kami
dapat ganti makan siang di Lounge, tapi baru 2 jam di Lounge kami memutuskan
untuk keluar. Dan sasaran empuk untuk mencari tempat keluar adalah Mbak Wati,
untuk menghubungi temamnya di Bali. Akhirnya hikmah trasit lama dibali adalah
muter-muter Kuta, walau tidak kepantai *takut ketinggalan pesawat
Pukul 17:40 kmi sudah standby
dibandara lagi, untuk menunggu pesawat yang tulisannya di boardingpass adalah
boarding pukul 18:00. sampai pukul 18:20 belum ada tanda-tanda boarding,
malahan di tulisan keterangan tertulis "LATE ARR" waduh...
gantian aku yang panik. Kenapa aku panik, karena Bis dari Makassar ke Tana
Toraja terjadwal pukul 21:00 WITA. kalau terlewat ini berarti saya harus
bagaimana, tapi ada rasa sedikit lega karena 2 Paner saya sudah tiba lebih dulu
di Makassar, yang jadi masalah adalah segala perbekalan saya yang membawa.
Akhirnya bersama Mas Manik
dan Mbak Wati saya menyusun rencana dari A, B, dan C.
Rencana
A: kalau ketinggalan Bis, cari pesawat pagi ke Tana Toraja biar bisa mengejar
acara yang berlangsung (tapi ini rencana gagal karena pesawat hanya ada 2 kali
seminggu dan itu harinya Selasa dan Jumat)
Rencana
B: Karena rencana A gagal rencana B disusun, yaitu carter mobil dari Makassar
ke Tana Toraja, saat menyusun rencana B ini jam menunjukkan pukul 19:20 dan
akhirnya telpon Bu Rosida yang memesankan tiket Bus Manggala Trans, agar saya
ditinggal saja, terjadi percakapan yang alot, sampai akhirnya beliau
mengijinkan.
Rencana
C: karena terancam hampir gagal, rencana B dikarenakan cost yang terlalu tinggi dan larangan dari
beberapa teman untuk menempuh perjalanan malam sendirian, aknhirnya tercipta
langkah untuk mengemail semua berkas instrumen dan pengumpulannya dalam
softfile.
Dalam tiga rencana ini tetap
berdoa berdoa semoga pesawat tepat datang. lima menit tepat setelah menyusun
segala rencana ini panggilan untuk boarding. Rasanya bener-bener seperti
disiram air es dalam keadaan kepanasan.
Perjalanan ke Makassar butuh
waktu sekitar 1 jam 10 Menit, tapi berputar-putar diatas sebelum mendarat
sekitar 20 menit, jadi total 1 jam 30 menit. saat sudah mendarat langsung,
ambil tas dan aku siap-siap lari turun (baru kali ini pesawat landing aku
langsung turun). Sampai di bawah ketemu dengan bu Rosida, dan kita mengejar
Bus, sampai pangkalan bus Manggala Trans yang di jl. poros Maros bis sudah
menunggu dan kami masuk. Bis akhirnya berangkat pukul 22.30 WITA. Sepanjang
perjalanan ngobrol dengan Bu Rosida. Sampai di Makale (ibu kota Kabupaten Tana
Toraja) pukul 5:30 WITA.
Acara masih nanti jam 08:00,
maka kami ke hotel untuk merapikan diri *karena untuk tidur juga tidak mungkin,
karena akan semakin puusing. Pagi itu malas mau sarapan, hanya minum teh hangat
lalu berangkat ke lokasi pekerjaan saat itu di gedung Muhammadiyah Makale.
kegiatan berlangsung sampai pukul 16:30 WITA, dan sebelum kembali lagai naik
bus Manggala malam itu kami sempat diajak Singgah ke Kete'Kesu *cerita kete'
kesu akan ada di bagian lain. hehehehe..
Menumpang Bus Manggala Trans
lagi pukul 21:30 untuk kembali mengejar penerbangan pagi dari Makassar ke
kampung halaman kita, tapi hari berikutnya pejalanan lebih lancar tanpa delay.
Akhirnya tgl 7 Maret sampai di Solo pukul 12:30 degan membawa oleh-oleh
segudang cerita, dan sekardus oleh-oleh betulan (kerajinan khas Toraja).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar