Rabu, 01 Februari 2012

Pengaburan

Tak jarang apa yang dilihat tidak sesuai dengan yang sebenarnya terjadi..



Senyum yang mengembang di bibir, padahal hati sedang pilu.
Kadang air mata menetes bagaikan air hujan, padahal kala itu dia sedang tidak merasakan kesedihan.
Tak jarang pula terlihat baik padahal buruk,
Yang terlihat buruk itu yang baik.
Ada juga tampak seperti ya padahal tidak. Dan tampak seperti tidak padahal ya.
Terlihat tenang padahal gelisah,
Terlihat berani padahal takut,
Terkesan alim padahal liar,
Terkesan urakan padahal sopan,
Tidak mau tapi mau.
Seolah tidak suka padahal suka, atau mungkin seolah suka padahal tidak suka...

Mata sering tertipu...
Koordinasi logika dan perasaan perlu dipakai dalam melihat semua ini.. Ekpresikan apa yang terjadi seperti semestinya. Karena kamuflase akan mengaburkan segalanya..

Namun apa yang sekarang sering terlihat tak jarang selalu tak jauh dari itu. Apakah yang semestinya mesti harus ada yang ditutupi? Haruskah semuanya nampak tak nampak. Kehidupan pada hakekatnya adalah sesuatu yang harus dihadapi dengan terbuka.
Bahkan tak jarang kita diminta utk melihat dari segala arah, maka mengapa pengaburan harus ada. Ya mungkin ini efek karena dunia banyak warna. ada 12 warna utama dan banyak lagi turunannya. Akhirnya hanya bisa berharap semoga jika ada pengaburan, namun tetap warna asli akan terlihat. *SEMOGA*

2 komentar:

  1. Itu emang ciri khdpn dunia, serba fana, semu. kl mo yg pasti ya ntar..di sono. emang dunia yg mbuat qt hrs begitu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kalau ciri dunia adalah pengaburan atau kepalsuan, maka yg tercipta hanya fatamorgana.. dan akan semakin banyak yg tertipu..
      dan mmg di "sono" adalah tempat yang pasti, tapi apakah kita harus selalu menggadaikan kepastian yg akan terbentuk disono dengan semua ini?

      Hapus